Partisipasi PWRI Dalam Peningkatan Kesejahteraan Bangsa, Masyarakat, Keluarga dan Lansia

Partisipasi PWRI Dalam Peningkatan Kesejahteraan Bangsa, Masyarakat, Keluarga dan Lansia

PWRI dan para anggota Wredatama mendorong jajaran PWRI dalam kegiatan pembangunan nasional dan daerah sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilannya, sehingga tetap bisa menjadi motor penggerak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara:

a.Pemberdayaan Keluarga

Partisipasi PWRI dalam pemberdayaan keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), merupakan kebersamaan masyarakat dalam kegiatan masalah sosial yang dihadapi warga setempat secara bergotong dengan “sasaran garapan” bidang-bidang:
1. Keagamaan dan Budi Pekerti;
2. Keluarga Berencana dan Kesehatan;
3. Pendidikan;
4. Kewirausahaan, serta;
5. Lingkungan Hidup dan Keluarga Bergizi.
PWRI beserta anggotanya dapat berperan dalam prakarsa pembentukan, pembinaan dan pengembangan Posdaya, sehingga bisa sebagai pemrakarsa/inisiator (ing ngarso sung tulodo) atau sebagai penasihat dan fasilitator pengembangan (tut wuri handayani). Saat memasuki kehidupan ditengah masyarakat sesudah purna tugas, tergugah niat yang tulus dan mendorong terbentuknya Posdaya sebagai wahana pengabdian masyarakat yang murni, tanpa adanya imbalan jasa materiil, namun berupa kebahagian tatkala dalam sisa hidupnya bermanfaat untuk orang lain, masih bisa bermanfaat untuk orang lain, membuat masyarakat merasakan kebahagiaan dan dapat memberdayakan masyarakat.

Pemberdayaan Keluarga melalui Posdaya
Peran PWRI dan Anggotanya dalam Pembentukan Posdaya
Pemrakarsa pengembangan Posdaya :
Pengembangan Posdaya yang diprakarsai oleh masyarakat (dari dan oleh masyarakat);
Pengembangan Posdaya dengan dukungan Pemerintah, yaitu Camat dan Lurah/Kepala Desa beserta perangkatnya secara aktif berperan dalam pengembangan Posdaya;
Pengembangan Posdaya yang didukung oleh Yayasan Damandiri, misalnya bekerja sama dengan LPM, Perguruan Tinggi, KKN Tematik Posdaya dan Posdaya berbasis Masjid.
Pengembangan Posdaya dicapai dengan pendekatan swadaya/mandiri, sehingga kelangsungannya lebih terjamin dan menjadi tanggung jawab masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dilakukan secara terpadu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat.

b.Pengembangan Silver College

Dalam mengisi dan melanjutkan kehidupan purna tugas wredatama dapat menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain dan sesama lansia antara lain dengan membentuk dan mengembangkan Silver College. Silver College adalah forum atau wadah memberdayakan para lansia yang potensial agar mampu berpartisipasi aktif sesuai kemampuan dan kondisi yang dimilikinya dalam berbagi sumbangan pemberdayaan dan pembinaan kepada masyarakat sesuai keikhlasan dan kemampuannya.

About Author

PWRI Network
Persatuan Wredatama Republik Indonesia - (PWRI)