Home Berita PWRI Jaga Tubuh Tetap Sehat, PWRI Blora Ajak Berjemur di Pagi Hari

Jaga Tubuh Tetap Sehat, PWRI Blora Ajak Berjemur di Pagi Hari

Ketua Pengurus Persatuan Wredatama RI (PWRI) Blora, Bambang Sulistya mengajakan seluruh Pengurus Persatuan Wredatama RI (PWRI) dan Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Kabupaten Blora untuk berjemur di pagi hari agar badan tetap sehat.

“Untuk itu, saya mengajak para ibu ibu agar mau mengawali lagi untuk berjemur matahari di pagi hari berkisar pukul 8 s/d 10. Durasi berjemur yang dianjurkan antara 15- 20 menit tiap hari,” tutur Bambang Sulistya, Jumat (15/7/2022).

Bambang Sulistya menjelaskan sebagai ikhtiar agar badan tetap sehat, selain rutin berolahraga, asupan makanan bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup juga jangan lupa untuk menghadirkan matahari dalam kehidupan sehari-sehari.

“Karena dari matahari atau sang surya yang merupan Ciptaan Tuhan Yang Maha Hebat kita bisa memperoleh manfaat dan teladan bagi kehidupan kita,” ungkap mantan Sekda Blora ini.

Adapun berbagai kebaikan yang dapat kita manfaatkan dari matahari. Pertama, memberi kontribusi positif bagi kesehatan atau imunitas diri manusia.

Ketika sedang terjadi memucaknya pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora muncul gerakan PBB (Pengamalan Budaya Berjemur) di Lapangan Kridasono dan di berbagai tempat.

Bahkan berjemur tidak pakai baju atau blojet. Namun saat ini kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi kegiatan berjemur di bawah sinar matahari.

Karena dengan berjemur di pagi hari kita akan memperoleh berbagai manfaat diantaranya mencegah terinfeksi virus corona meskipun tak dapat membunuh virus corona.

Kemudian meningkatkan fungsi otak, membantu menghilangkan depresi ringan, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan tulang.

Membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gejala alzheimer/pikun. Mengurangi rksiko penyakit kanker dan bisa untuk detoksifikasi tubuh serta mampu mencegah diabetes.

“Kedua sinar matahari mampu menyegarkan lingkungan hidup,” terangnya.

Karena sinar matahari mendukung terjadinya proses fotosintesis pada hijauan daun tanaman.

Melaluhki proses tersebut salah satunya dihasilkan oksigen yang sangat bermanfat bagi kehidupan. “Oleh karena itu ciptakan disekitar rumah dan halaman ada tanaman penghijaun/buah-buahan,” ujarnya.

Bila lahan sempit bisa tanam di pot-pot untuk ditempatkan di teras rumah.

Berikutnya, ketiga matahari dapat dijadikan motivasi diri dalam melaksanakan disiplin waktu dan janji kepada orang lain.

Karena ada ungkapan kalau kita mau disiplin bercerminlah kepada matahari setiap pagi pasti berada di ufuk sebelah timur dan sore hari disebelah barat serta tak pernah ingkar janji.

Selanjutnya, keempat, menjadikan teladan dalam mencegah sikap yang suka mengumbar pamer dan kehebatan diri.

Seperti dalam ungkapan bijak, “Jadilah cahaya matahari walau tak tersentuh, namun selalu menerangi kehidupan. Kelima, matahari menjadi filosofi kehidupan dalam kegiatan berbagi di masyarakat,” katanya.

Seperti dalam syair lagu Kasih Ibu Karya legendaris Mochtar Embut yang lahir pada 5 Januari 1973 di Sulawesi Selatan dan meninggal 20 juli 1973 (39 tahun).

“Kasih Ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa, Hanya memberi,Tak harap kembali,Bagai Sang Surya, Menyinari Dunia,” jelasnya.

Syair lagu itu dinyanyikan bersama dengan sukarela dan sukaria oleh ibu-ibu Kerta Wredatama Kabupaten Blora untuk membangkitkan kerukunan, kekeluargaan dan keguyuban.

Sumber: infopublik.id

Must Read

Kemensesneg Minta PWRI Berkontribusi Dalam Pembangunan Negara (Video)

Kemensesneg Minta PWRI Berkontribusi Dalam Pembangunan Negara

Silaturahmi Akbar PWRI Kota Mataram Bersama Walikota Mataram

https://www.youtube.com/watch?v=qWd3Gin6oCY

Bupati Agam Minta PWRI Tetap Berperan Aktif Dalam Pembangunan Daerah

Bupati Agam Dr H Andri Warman, MM menghadiri HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia  (PWRI) ke-60 di Villa Arwan Koto Hilalang, Kecamatan Ampek Angkek, Rabu...

PB PWRI Menerima PWRI Kota Gunung Sitoli Sumatera Utara

Pada hari kamis tanggal 15 September 2022, Ketua Umum PB PWRI beserta Sekjen dan jajarannnya menerima tamu PWRI Kota Gunung Sitoli Sumatera Utara.