Home Berita Umum Nasional Limbah Batu Bara Dimanfaatkan PLN Untuk Bahan Konstruksi Jalan

Limbah Batu Bara Dimanfaatkan PLN Untuk Bahan Konstruksi Jalan

Limbah batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau yang berlokasi di PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Palangkaraya siap dimanfaatkan PLN untuk konstruksi jalan pengganti bahan urukan jalan yang selama ini digunakan.

“Semoga aspek legal dan teknisnya bisa segera diselesaikan agar sumber daya yang sangat melimpah ini dapat segera dimanfaatkan,” kata Manager UPDK Palangkaraya, Heni Setyo Handoko, Kamis (12/5/2022).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah, Hardy Pangihutan Siahaan mengatakan hasil uji sampel Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau hasil limbah batu bara sangat berpotensi menjadi bahan pengganti urukan jalan.

Dia pun telah melakukan kunjungan ke PLTU Pulang Pisau sebagai tindak lanjut dari penyusunan rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap stabilisasi tanah atau bahan pengganti urukan jalan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2022 lalu.

Pengecekan lokasi workshop pengolahan limbah FABA PLTU Pulang Pisau pun dilakukan untuk melihat langsung fisik FABA dan pemanfaatan yang sudah dilakukan oleh UPDK Palangkaraya. Hardy mengungkapkan rencana uji coba lapangan terkait pemanfaatan FABA di ruas jalan provinsi dan food estate Kalimantan Tengah dalam waktu dekat.

Sebelumnya PLN telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemanfaatan FABA hasil pembakaran batu bara untuk berbagai macam bahan baku keperluan baik dari sektor konstruksi maupun infrastruktur di sekitar lokasi PLTU Pulang Pisau.

UPDK Palangkaraya secara proaktif mengajak pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Desa, UMKM, serta berbagai kelompok masyarakat setempat untuk dapat memaksimalkan pemanfaatan FABA menjadi produk yang ramah lingkungan dan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan kontribusi terhadap sektor perekonomian.

Hasil uji karakteristik menunjukkan limbah FABA dari PLTU tidak memenuhi karakteristik sebagai limbah berbahaya dan beracun. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyimpulkan material FABA merupakan limbah hasil pembakaran di PLTU menjadi limbah nonB3.

Hal tersebut disebabkan karena pembakaran batu bara di kegiatan PLTU dilakukan pada suhu tinggi sehingga kandungan karbon yang tidak terbakar di FABA menjadi minimum dan lebih stabil saat disimpan. FABA secara luas telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pada sektor infrastruktur, stabilisasi lahan, reklamasi pada lahan bekas tambang, dan sektor pertanian.

Sumber: businessnews.co.id

Must Read

PB PWRI Menerima PWRI Kota Gunung Sitoli Sumatera Utara

Pada hari kamis tanggal 15 September 2022, Ketua Umum PB PWRI beserta Sekjen dan jajarannnya menerima tamu PWRI Kota Gunung Sitoli Sumatera Utara.

Acara Pembubaran Panitia HUT ke-60 PWRI

Acara Pembubaran Panitia HUT ke 60 PWRI yang diikuti Panitia yang terlibat tanggal 14 September 2022 ...

Syukuran Atas HUT ke-60 PWRI dan Penetapan Pengurus PWRI Jatim 2022-2027

Potong tumpeng oleh Ketua PWRI Jatim Bapak Mashoed sebagai tanda Syukuran atas HUT PWRI ke 60 dan hasil penetapan Pengurus PWRI Provinsi Jatim tahun...

HUT Ke 60 PWRI dari PWRI Bengkulu, Sinergi Dengan Pemerintah

Dalam memperingati HUT PWRI ke-60, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bengkulu diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat dan mendukung penuh pembangunan...

PB PWRI Menerima Tamu dari Unversitas Brawijaya Jawa Timur Untuk Melengkapi Desertasi

Ketum dan Pengurus PB PWRI menerima tamu dari Unversitas Brawijaya Jawa Timur dalam rangka melengkapi Desertasi Digitalisasi Usia Lanjut PWRI di kantor PB PWRI,...