Home Artikel Seminar Nasional - Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional

Seminar Nasional – Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional

Selamat pagi, sekedar informasi.

Pagi ini Prof. Dr. Haryono Suyono MA, PhD memberikan pengarahan pada Seminar Nasional terkait dengan Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional di Kementerian Keuangan.
Dalam sambutannya Prof. Dr. Haryono Suyono MA, PhD mengatakan bahwa setelah pensiun masih tetap cinta kepada Nusa dan Bangsa karena setiap hari masih bersama masyarakat.
Hadir dalam acara ini mantan Menteri Keuangan Dr Fuad Bawazier, para mantan Dirjen dari berbagai kementerian dan para pensiunan Kementerian Keuangan serta pengurus PB PWRI. Acara ini dibuka oleh Menteri Keuangan, Dr Sri Mulyani Indrawati.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Haryono Suyono MA, PhD mengatakan setelah pensiun banyak yang beranggapan habis manis sepah dibuang, sepertinya sudah tidak ada lagi perhatian dan dianggap tidak bisa melalukan sesuatu yang berharga. Dalam kenyataannya tidak demikian, banyak para pensiunan masih tetap melakukan aktivitas sehari-hari bersama masyarakat. Penduduk lansia Indonesia 80 persen masih segar bugar dan memiliki potensi untuk turut serta dalam pembungunan bangsa dan negara.

Haryono meminta perhatian kepada pemerintah.

Pertama,  keputusan pemerintah  untuk menjamin penduduk yang sakit dengan dana BPJS sungguh menggembirakan, namun kenyataannya dalam pelayanan kepada para pensiunan, para pensiunan tersebut harus bekerja keras mondar-mandir sebelum akhirnya dilayani dengan sederhana, bahkan sering mendapat obat yang tidak dapat menyembuhkan, karena dibatasi pemberiannya.

Kedua, para pensiun merasa sedih bahwa anak muda yang mungkin saja kita yang mengangkatnya sebagai pegawai negeri, mereka kurang memberikan kehormatan kepada para sesepuh yang sudah pensiun.
Para pejabat sebaiknya tidak beranggapan bahwa uang pensiun akan mengganggu pendapatan para pegawai yang masih aktif. Bila ada pernyataan seorang pejabat yang mengatakan bahwa para pensiunan itu merugikan negara itu sungguh sangat menyakitkan.
Pemerintah melalui Menteri Keuangan diminta untuk mengambil inisiatif untuk memperbaiki keadaan yang bersifat psikologis budaya tersebut, terlebih berimplikasi pada masalah financial.
Langkah nyata dalam bentuk financial dan pelayanan fisik yang lebih baik, maka akan terasa mengembalikan citra bangsa yang berbudaya Pancasila. Ini merupakan cerminan pegawai negeri sebagai abdi negara dan abdi masyarakat sepanjang hayat dan tetap berjuang untuk kejayaan negara dan bangsa.
 

Must Read

Perayaan 60 Tahun PWRI Usung Semangat Kebangkitan

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tahun ini akan memasuki usia 60 tahun. Dalam rangka perayaan ulang tahun PWRI yang ke-60, PWRI akan mengadakan rangkaian...

Rencana Kegiatan HUT PWRI 60 Tahun 2022

Rapat Panitia HUT PWRI 60 Tahun 2022 pada Selasa (21/6/2022) di Kantor PB PWRI, Graha Wredatama, Jakarta Selatan menghasilkan beberapa poin penting. Salah satunya...

Ketua PWRI Wonosobo: Pensiunan ASN Wonosobo Wajib Gabung PWRI

Seluruh pensiunan ASN Wonosobo wajib bergabung di organisasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Hal tersebut didasari salah satu hasil Musyawarah Nasional (Munas) PWRI tingkat...

Wawali Terima Kunjungan PWRI Gorontalo

Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, menerima kunjungan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Gorontalo, Kamis(16/6/2022) di ruang rapat Bantaya Kantor...